82 / 100 SEO Score

Tersentuh Nasib Balita Aceh Utara yang Menderita Katarak, Haji Uma Terbang ke Medan Bawa BantuanM Risiqi Yulis, balita 4 bulan menderita katarak penyakit mata saat di rumah sakit di Medan Sumatera Eye Center untuk menjalani operasi mata katarak.

Saifulah (40), balita ayah anak itu mengatakan anak mereka memiliki mata sakit pada usia 2 bulan. Pertama, ayahnya hanya memikirkan anaknya mengalami sakit dan hanya pengobatan tradisional sederhana di desa, setelah menderita perawatan medis trasidisional tapi tidak menyembuhkan.

“Kemudian saya ambil untuk Pukesmas setelah ia dikirim ke rumah sakit Cut Mutia Lhokseumawe dengan fasilitas yang tidak memadai, dirujuklah maka Rumah Sakit Sumatera Eye Center Medan, hasil pemeriksaan, dokter, anak saya harus menjalani operasi mata minggu ini, “kata Saifulah, warga Gurah Blang Desa, kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Tapi ayah dari seorang anak muda dengan istrinya Nurmala Sari (29) mengeluhkan biaya hidup untuk anak-anak menjalani pengobatan untuk Medan.

Kemudian ia menghubungi anggota Aceh DPD H Sudirman Haji biasa disebut Uma mencari bantuan.

“Saya mengalami kesulitan dengan biaya hidup sementara di lapangan, harga harus naik sebelum sementara di Medan, apa yang saya harus menyesuaikan ke Medan bagaimana biaya hidup kami di sini,” katanya.

“Haji Uma mendengar keluhan dan juga untuk melihat anak saya di lapangan dan menyerahkan biaya hidup bagi kami,” kata Saifullah.

Terkait  9 Caketum Kumpul, Ungkap Kejanggalan dan Kecurigaan Menuju Kongres PSSI
Tersentuh Nasib Balita Aceh Utara yang Menderita Katarak, Haji Uma Terbang ke Medan Bawa Bantuan
Tersentuh Nasib Balita Aceh Utara yang Menderita Katarak, Haji Uma Terbang ke Medan Bawa Bantuan

Tersentuh Nasib Balita Aceh Utara yang Menderita Katarak, Haji Uma Terbang ke Medan Bawa Bantuan

Saifullah mengatakan terima kasih banyak untuk Haji Uma yang mengambil waktu untuk melihat anaknya juga membantu meringankan beban keluarga.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada untuk membantu kami. Allah memberikan kesehatan dan mata pencaharian bagi dia selalu”, kata Saifulah.

Sementara Haji Uma setelah bertemu korban Serambinews.com mengatakan ia bertemu dengan keluarga dari anak bayi anak pada Jumat (2019/01/11) malam, di daerah di mana para korban diproses.

Baca Juga : Manchester United Amat Dekat Zona Degradasi, Tak Perlu Tengok Papan Klasemen 2019

Ayah anak dihubungi dan diberitahu tentang nasib mereka harus memiliki biaya biaya pergi ke Medan untuk membawa anak-anak mereka dalam perawatan di rumah sakit.

“Saifullah mengaku sulit untuk membiayai makan. Dia berbicara dengan syarat bahwa saya juga sedih menangis, “kata Haji Uma.

menyelidiki keluhan dari ayah korban, Haji Uma merasa harus bertemu dengan mereka dan melihat sendiri keadaan balita sakit.

“Saya merasa sedih ketika mendengar cerita tentang ayahnya harus pergi ke Medan,” kata Haji Uma.

Alhamdulillah Uma Haji mengatakan ia telah membantu pada biaya hidup di Medan dan akan terus memantau M Risiqi Yulis selama operasi katarak mata kemudian.

Terkait  1 Jaksa Agung Akan Jewer Anak Buah
Tersentuh Nasib Balita Aceh Utara yang Menderita Katarak, Haji Uma Terbang ke Medan Bawa Bantuan
Tersentuh Nasib Balita Aceh Utara yang Menderita Katarak, Haji Uma Terbang ke Medan Bawa Bantuan

Tersentuh Nasib Balita Aceh Utara yang Menderita Katarak, Haji Uma Terbang ke Medan Bawa Bantuan

Tersentuh Nasib Balita Aceh Utara yang Menderita Katarak, Haji Uma Terbang ke Medan Bawa Bantuan M Risiqi Yulis, balita berusia 4 bulan menderita penyakit mata anak katarak Saifulah (40) dan Nurmala Sari (29) warga Desa Blang Gurah, Kabupaten Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara yang terletak saat di rumah sakit operasi mata Medan Sumatera Eye Center untuk katarak.

Saifulah (40), balita ayah anak itu mengatakan anak mereka memiliki mata sakit pada usia 2 bulan. Pertama ayah berpikir anaknya hanya menderita sakit pengobatan biasa dan tradisional di desa, setelah menderita perawatan medis trasidisional tapi tidak menyembuhkan.

“Kemudian saya ambil untuk Pukesmas setempat setelah ia dikirim ke Cut Mutia rumah sakit Lhokseumawe fasilita memadai dirujuklah Sumatera Eye Centre Rumah Sakit Medan, hasil pemeriksaan, dokter, anak saya harus menjalani operasi mata ini minggu, “kata Saifulah kepada media, Jumat (2019/11/01).

Namun, ayah anak mengeluh tentang biaya hidup untuk anak-anak menjalani pengobatan untuk Medan, dia menghubungi Senator Aceh H Sudirman Haji biasa disebut Uma mencari bantuan.

“Saya mengalami kesulitan dengan biaya hidup sementara di lapangan, harga harus di atas semua akan pergi ke Medan, apa yang saya harus menetap di daerah bagaimana biaya hidup kami di sini,” katanya.

Terkait  Afridza Meninggal, Kemenpora Sampaikan Belasungkawa Dan Memberikan Apresiasi 2019

“Haji Uma mendengar keluhan dan juga untuk melihat anak saya di daerah dan kembali ke biaya hidup kami. Terima kasih banyak Haji Uma yang mengambil waktu untuk melihat anak-anak saya dan juga membantu meringankan beban keluarga, saya tidak tahu apa nasib tidak ada untuk membantu kami. Tuhan selalu memberikan kesehatan dan mata pencaharian untuk dia”, kata Saifulah.

Sementara Haji Uma seperti ditegaskan oleh media, ia menegaskan bahwa ia telah bertemu keluarga dari anak balita Jumat (2019/11/01) malam di Medan.

Haji Uma mengatakan: “Sebelum ayah anak menghubungi saya dan mengatakan nasib mereka harus memiliki biaya dari biaya pergi ke lapangan untuk membawa anaknya menjalani pengobtaan di rumah sakit Medan dan juga makanan kesulitan biaya mereka, menangis saat menceritakan padaku sebelumnya, “kata Haji Uma.

“Dari hati saya dipanggil untuk bertemu dengan mereka dan melihat langsung kondisi anak balita yang sakit, saya merasa sedih ketika saya mendengar cerita ayahnya harus pergi ke Medan. Tuhan terima kasih, kami membantu dengan biaya hidup mereka di Medan dan kami akan terus memantau M Risiqi Yulis selama katarak operasi mata untuk masa depan”, kata Haji Uma.