84 / 100 SEO Score

Jokowi – Pidato teks yang akan dibaca oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam rangka memperingati Guru hari ini, Senin (25/11/2019) sangat populer di media sosial. Dalam sambutannya untuk tugas mengajar Nadiem masih tersandung oleh administrasi birokrasi. Pengamat dan praktisi pendidikan 4.0 Indra Charismiadji membantu untuk komentar pada teks pidato.

Indra Charismiadji menjawab ketika sore dan di upload oleh YouTube saluran KompasTV Minggu (25/11/2019). Indra Charismiadji menilai pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Makarim Nadiem ditunjuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah pilihan yang sangat tepat. “Yang pertama kita lihat dengan pidato viralnya nya mungkin pertama kali, Mendikbud pidato dalam sejarah bangsa ini dan kemudian Pak Jokowi pilihannya ,” kata Indra.

Jokowi Berkata Ini Pilihan Yang Sangat Tepat

Jokowi Berkata Ini Pilihan Yang Sangat Tepat Karena Pidato Nadiem Makarim Menjadi Viral
Jokowi Berkata Ini Pilihan Yang Sangat Tepat Karena Pidato Nadiem Makarim Menjadi Viral

Ini berarti bahwa orang sekarang bersedia untuk berbicara tentang pendidikan. Menurut Indra pidato Nadiem Makarim untuk membuat perubahan kecil dipandang perlu sebelum membuat perubahan besar harus dimulai dari perubahan kecil. Menurut Indra modifikasi harus didahului oleh 4S rumus. Setiap perubahan rumus 4S memang, S pertama dimulai dari “I”, ketika saatnya “Sekarang” dari sesuatu yang “sederhana” dan “langkah demi langkah”, kata Indra.

“Ini adalah perubahan rumus, ingin mengubah dengan kebutuhan dari langkah pertama,” tambahnya. Selain itu, Indra mengatakan bahwa ada banyak masalah yang bermacam dalam dunia pendidikan di Indonesia termasuk isu guru. “Ada hal-hal yang sangat kompleks tentang pendidikan kita jika kita ingin guru ahli,” kata Indra.

Terkait  Berita Bola Nasional Hari Ini

Perusahaan selalu percaya bahwa mengelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Profesor Kemendikbud tetapi sebenarnya tidak perlu. Bahkan, guru berada di bawah kewenangan Departemen Pemerintah Daerah Departemen Agama dan Pendidikan. “Masalahnya adalah kompleksitas, kita selalu berpikir dia menangani Kemendikbud tetapi kenyataan Profesor Kemendikbud tidak ada guru sama sekali,” kata Indra.

Menurut Indra jika Kemendikbud membuat aturan jika pemerintah daerah tidak harus dilakukan maka guru akan mengikuti arah pemerintah di daerah. Karena pada dasarnya akan tetapi guru Kemendikbud Departemen Pemerintah Daerah Pendidikan. “Jadi pada dasarnya, aturan yang ditetapkan oleh Mas menteri mengatakan wilayah tersebut tidak harus melakukan salah satu dari guru mereka yang akan berpartisipasi dengan atasannya karena Kemendikbud tidak bos mereka,” kata Indra.

Jokowi Berkata Ini Pilihan Tepat Karena Pidato Nadiem Makarim Menjadi Viral
Jokowi Berkata Ini Pilihan Tepat Karena Pidato Nadiem Makarim Menjadi Viral

Indra adalah hakim yang menarik hashtag yang dibuat oleh Kemendikbud, #MerdekaBelajar. “Jadi ada hal-hal yang membuat saya menarik terutama saya, bahkan hashtag #merdekabelajar nya” kata Indra. Pidato teks yang akan dibaca oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (pendidikan) Nadiem Makarim dalam rangka memperingati Guru hari ini, Senin (25/11/2019) adalah virus yang menyebar banyak di media sosial.

Dalam sambutannya, menekankan tugas mengajar Nadiem masih tersandung oleh administrasi birokrasi. Pengamat dan praktisi pendidikan 4.0 Indra Charismiadji membantu untuk komentar pada teks pidato. Indra Charismiadji menjawab ketika sore dan upload oleh YouTube saluran KompasTV Minggu (25/11/2019).

Terkait  Jadwal Berita Liga Champions 2019

Indra Charismiadji menilai pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Makarim Nadiem ditunjuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah pilihan yang sangat tepat. “Yang pertama kita lihat dengan pidato viralnya nya mungkin pertama virus Mendikbud pidato dalam sejarah bangsa ini, kemudian Pak Jokowi pilihan,” kata Indra.

Bahkan, guru berada di bawah kewenangan Departemen Pemerintah Daerah Departemen Agama dan Pendidikan. “Masalahnya adalah kompleksitas, kita selalu berpikir dia menangani Kemendikbud tetapi kenyataan Profesor Kemendikbud tidak ada guru sama sekali,” kata Indra. Menurut Indra jika Kemendikbud membuat aturan jika pemerintah daerah tidak harus dilakukan maka guru akan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.

“Jadi pada dasarnya, aturan yang ditetapkan oleh Menteri mengatakan wilayah tersebut tidak harus melakukan salah satu dari guru mereka yang akan berpartisipasi dengan atasannya karena Kemendikbud tidak ada,” kata Indra. “Kebebasan untuk mempelajari pengetahuan Ki Hajar Dewantara, kebebasan belajar.

Dan sekarang bahwa jika Ki Hajar Dewantara percaya pada sesuatu yang mereka lakukan,
Indra Charismiadji menganggap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sudah memiliki gagasan tentang pendidikan di Indonesia.Sebelumnya, isi teks pidato Nadiem Makarim menyebar banyak di media sosial.

Baca juga : Juara Fuzhuo China Terbuka 2019

Indra Charismiadji sambil menunggu tim Makarim Nadiem mampu membuat perubahan dalam pendidikan. Merangkul pemerintah daerah dan Kementerian Agama dan departemen terkait lainnya untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang lebih tinggi. “Saya menyarankan bahwa timnya akan jauh dari Menteri Mas merangkul pemerintah daerah, kementerian agama, kementerian terkait lainnya dan untuk mulai bersama-sama untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas tinggi,” katanya.

Terkait  1 Pelatih Vietnam Bikin Keputusan Mengejutkan

Pesan hakim Indra Charismiadji untuk Nadiem Makarim dalam teks pidatonya pada hari guru. Yaitu pembentukan guru yang kuat yang berinovasi. “Menetapkan seorang guru yang kuat, guru yang membentuk dan dapat berinovasi” kata Indra. Selain itu, Indra menganggap bahwa isi teks pidato menyiratkan jika Nadiem Makarim menyadari bahwa kunci untuk pengembangan sumber daya manusia adalah guru.

“Lalu ada pengembangan sumber daya manusia dari saat ini adalah kunci itu adalah guru dosen ujung tombak,” jelasnya. Indra Charismiadji mempertimbangkan apa yang dibuat dan dikeluarkan oleh Nadiem Makarim sendiri. “Apa yang dia lakukan, apa yang dia katakan adalah bahwa langkah-langkah yang tepat,” kata Indra.

Indra Charismiadji juga mengatakan harapan pendidikan di Indonesia sebagai Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. “Kita perlu rencana (sistem pendidikan yang dibuat untuk jangka panjang), kita benar-benar tidak punya rencana pendidikan menyeluruh,” kata Indra. Selain itu, kebutuhan untuk meningkatkan dan mengawasi lembaga Kemendikbud pendidikan tenaga kerja pendidikan (LPTK) dan Fakultas Pendidikan (FKIP). “Salah satu masalah besar yang kita LPTK, kita sekarang harus dikendalikan adalah LPTK atau FKIP Anda benar-benar pembaruan lah,” katanya.