87 / 100 SEO Score

Jakarta – Gatot S. Dewa Broto Kemenpora Sekretaris menyampaikan belasungkawa mereka atas kematian pebalap muda Afridza Munandar. Kemenpora memberikan Apresiasi.

Afridza Meninggal
Afridza Meninggal

Afridza, 20, meninggal setelah kecelakaan di Sirkuit Sepang di Malaysia selama kompetisi di Piala Asia Talent (ATC), Sabtu (2019/11/02). Peristiwa terjadi di balapan pertama pada siku 10 ketika jalan baru antara putaran pertama.

Afridza Meninggal, Kemenpora Sampaikan Belasungkawa Dan Memberikan Apresiasi

Billy menyadari bahwa semua motor olahraga memiliki risiko tinggi. Namun, Gatot berharap insiden tersebut tidak akan menyurutkan Afridza untuk bertarung di balapan mendatang.

Terkait  FA Batalkan Kartu Merah Son Heung Min

Afridza Meninggal, Kemenpora Sampaikan Belasungkawa Dan Memberikan Apresiasi 2019 1

“Saya hanya mendengar dari media. Kami menyatakan kesedihan yang mendalam atas kematian ras atlet Indonesia di Malaysia. Mereka adalah baris pertama dari acara olahraga kita di dunia, khususnya MotoGP. Hanya kemudian, kami akan berkoordinasi dengan IMI untuk memastikan kecelakaan mengatakan kepada Billy ke Shangri-la Hotel, Sabtu (2019/11/02).

“Yang kedua, olahraga auto kemungkinan kecelakaan yang tinggi, ya naudzubillahmindzalik tidak terjadi lagi. Intinya adalah untuk tidak trauma masyarakat atau orang tua yang anak-anaknya sedang berjuang di dunia ini mereka. Jadi, saya akan menghubungi Ketua IMI Sadikin Aksa untuk menentukan apa langkah berikutnya”, ia menjelaskan.

Terkait  1 Jaksa Agung Akan Jewer Anak Buah

Afridza Meninggal, Kemenpora Sampaikan Belasungkawa Dan Memberikan Apresiasi 2019 2

Koordinasi adalah, Gatot menjelaskan, terkait kejadian penyebab selama acara atau ada alasan lain.

“Ini harus diketahui. Karena bisa terjadi ditipu oleh pesaing, kita berhak untuk memprotes keras sehingga, atau karena hasil di pertanyaan itu sendiri berbeda, ya,

Terkait  Selain Dylan Carr, 5 Artis Ini Selamat Dari Kecelakaan Maut

Baca Juga : 9 Caketum Kumpul, Ungkap Kejanggalan dan Kecurigaan Menuju Kongres PSSI

“Untuk menguntungkan siapa pun kecuali empati mereka. Misalnya Alfin Lestaluhu saya menelepon Pak Deputi III. Kebetulan Alfin anak kami juga internal. Tidak ada juara dunia bonus yang lalu bulutangkis, memanjat, jika aku tidak bisa berempati memberikan Alfin. Jadi tidak hanya pemenang dihargai. atlet yang meninggal juga akan diberikan kebijaksanaan kantor”, katanya.”katanya.Belasungkawa, Billy mengungkapkan bahwa Kemenpora juga berencana untuk memberikan penilaian.